Senin, 18 Januari 2016

makalah keuangan kelas XI

MAKALAH KEUANGAN 1
“PENGERTIAN UTANG LANCAR, JENIS-JENIS UTANG LANCAR, DAN PENCATATAN JENIS-JENIS UTANG LANCAR.”




DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
v  Halimah
v  Jihan Fauziyah A.N
v  Nur Agustin
v  Riska Januarisma
v  Rismawati
KELAS : XI AKUNTANSI 2





 


SMKN 2 KOTA BEKASI
Jl. Lap. Bola Rawa Butun, Ciketing Udik
Bantar Gebang
Kota Bekasi
Tahun Ajaran 2015/2016

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan taufiq dan inayahnya kepada kami (penulis makalah) sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik, meski belum sempurna.
Pada penulisan makalah ini, kami sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, manusia adalah tempat salah dan lupa, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun yang dapat lebih memotivasi kami kedepannya, agar nantinya bisa menjadi karya yang lebih baik dan bermanfaat.
Demikian dari kami, mohon maaf atas segala kekurangan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Bekasi, January 2016



Penyusun










Daftar Isi

Kata Pengantar                                                                                                2
Daftar Isi                                                                                                             3
BAB I UTANG LANCAR
A.   Pengertian Kewajiban/Utang Lancar                                           
B.   Jenis-jenis Utang Lancar
C.   Pencatatan Utang lancar                                                                
BAB II PENUTUP
 Kesimpulan                                                                                           18
 Saran                                                                                                      18

Daftar Pustaka                                                                                                 19



















`        BAB I
UTANG LANCAR


A.   Pengertian Kewajiban/Utang Lancar         
      utang adalah Kewajiban suatu badan usaha / perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat dari transaksi di masa lalu. hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dan hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor.Hutang adalah kewajiban perusahaan yang timbul karena tindakan atau transaksi–transaksi di masa lampau untuk memperoleh aktiva atau jasa, yang pelunasannya baru akan dilakukan di masa yang akan datang, baik dengan penyerahan uamg tunai, aktiva-aktiva tertentu lainnya, jasa maupun dengan menciptakan hutang baru.

      Hutang merupakan instrument yang cukup penting bagi suatu perusahaan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan operasi usaha atau untuk modal investasi. Karena saking pentingnya tersebut, hampir semua perusahaan memiliki hutang. Perusahaan yang memiliki banyak hutang bukan berarti mengalami kesulitan keuangan, walaupun hutang meningkatkan risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, namun dengan hutang tersebutlah perusahaan dapat menggunakan dana ekternal untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan dana internal yang dimilikinya juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lain, sehingga pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik dan diharapkan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu, jika perusahaan tidak menggunakan hutang malah akan tidak efektiv dan efisien dalam hal investasi atau ekspansi.
      Investasi dan ekspansi tentu membutuhkan dana yang besar, sehingga jika harus menggunakan dana internal maka perusahaan memerlukan waktu yang lama untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan, hal ini juga akan menghabiskan kas yang dimiliki perusahaan sehingga malah akan sangat berisiko





B.    Jenis-Jenis Kewajiban/Utang Lancar
Jenis-jenis hutang terbagi menjadi dua yaitu, hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang,
1.    Hutang Jangka Pendek (Hutang Lancar) 
Utang lancar adalah kewajiban atau utang perusahaan kepada pihak lain yang harus segera dibayar. Jangka waktu utang lancar adalah maksimal dari satu tahun. Oleh karen itu, utang lancar juga disebut juga utang jangka pendek. Komponen utang lancar antara lain terdiri dari:
a.    utang dagang hutang (Account payable).
yaitu hutang jangka pendek tidak disertai perjanjian tertulis.timbulnya karena transaksi pembelian kredit.
b.    wessel bayar ( notes payable).
yaitu hutang jangka pendek yang disertai perjanjian tertuli sesuai dengan ketentuan undang –undang.
c.    beban-beban yang harus dibayar ( Accruals payable).
Yaitu suatu kewajiban yang telah menjadi beban (seharusnya sudah di bayar) tetapi belum dibayar karena belum saat pembayaraanya.

2.    Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
hutang jangka panjang adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditor, kreditor bersedia memberikan sejumlah pinjaman tertentu dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman, hutang jangka panjang memiliki jangka waktu lebih dari 10 tahun.Komponen utang jangka panjang terdiri dari:
a.    hutang hipotik ( mortage notes payable).
yaitu hutang jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap.
b.    Pinjaman obligasi ( bond payable).
yaitu surat tanda berutang kepada pemegang dengan pembayaran bunga yang pelunasannya lebih dari satu tahun.

C.   Pencatatan Jenis-Jenis Utang Lancar
Ada dua metode pencatatan utang, yaitu account payable procedure dan voucher payable procedure.
a.    account payable procedure.
catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran, dan saldo utang.

b.    voucher payable procedure.
tidak menggunakan kartu utang. Tapi menggunakan arsip voucher yang disimpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini berfungsi sebagai catatan utang.




















BAB II
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Bahwa dalam mencatat kas kecil membutuhan cara tersendiri tidak dengan asal mencatat. Lalu membayar biaya-biaya kecil menggunakan kas kecil agar mudah saat menghitung oleh pemegang keuangan dan tidak membuang2 cek saat pembayaran.
Kita juga bisa mengisi kas kecil dengan 2 metode dengan metode imprest dan metode flutuasi yang sangat mudah apabila kita mempelajarinya dengan serius.mengetahui menghitung kas kecil dengan dana tetap   
B.   Saran
Dari penjelasan di atas diharapkan dapat menambah wawasan tentang kas kecil membantu mengetahui bagaimana cara pencatatan kas kecil ,pembayaran dengan menggunakan kas kecil dan pengisian kas keci ldengan dana tetap.












Daftar Pustaka




Tidak ada komentar:

Posting Komentar