MAKALAH KEUANGAN 1
“PENGERTIAN
UTANG LANCAR, JENIS-JENIS UTANG LANCAR, DAN PENCATATAN JENIS-JENIS UTANG
LANCAR.”
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK 3
v Halimah
v Jihan Fauziyah A.N
v Nur Agustin
v Riska Januarisma
v Rismawati
KELAS
: XI
AKUNTANSI 2
|
|
|
|
SMKN
2 KOTA BEKASI
Jl. Lap. Bola Rawa Butun, Ciketing Udik
Bantar Gebang
Kota Bekasi
Tahun
Ajaran 2015/2016
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Segala puji bagi
Allah SWT yang telah memberikan taufiq dan inayahnya kepada kami (penulis
makalah) sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik,
meski belum sempurna.
Pada penulisan
makalah ini, kami sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, manusia adalah
tempat salah dan lupa, dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun yang dapat lebih memotivasi
kami kedepannya, agar nantinya bisa menjadi karya yang lebih baik dan
bermanfaat.
Demikian dari kami,
mohon maaf atas segala kekurangan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb.
Bekasi, January 2016
Penyusun
Daftar
Isi
Kata Pengantar 2
Daftar Isi 3
BAB I UTANG LANCAR
A.
Pengertian Kewajiban/Utang Lancar
B.
Jenis-jenis Utang Lancar
C.
Pencatatan Utang lancar
BAB II PENUTUP
Kesimpulan 18
Saran 18
Daftar Pustaka 19
` BAB
I
UTANG LANCAR
A.
Pengertian Kewajiban/Utang Lancar
utang adalah
Kewajiban suatu badan usaha / perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar
dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai
akibat dari transaksi di masa lalu. hutang
adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum
terpenuhi, dan hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal
dari kreditor.Hutang adalah kewajiban perusahaan yang timbul karena tindakan
atau transaksi–transaksi di masa lampau untuk memperoleh aktiva atau jasa, yang
pelunasannya baru akan dilakukan di masa yang akan datang, baik dengan
penyerahan uamg tunai, aktiva-aktiva tertentu lainnya, jasa maupun dengan
menciptakan hutang baru.
Hutang merupakan
instrument yang cukup penting bagi suatu perusahaan, apalagi untuk memenuhi
kebutuhan operasi usaha atau untuk modal investasi. Karena saking pentingnya
tersebut, hampir semua perusahaan memiliki hutang. Perusahaan yang memiliki
banyak hutang bukan berarti mengalami kesulitan keuangan, walaupun hutang
meningkatkan risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, namun dengan hutang
tersebutlah perusahaan dapat menggunakan dana ekternal untuk memenuhi
kebutuhannya, sedangkan dana internal yang dimilikinya juga dapat digunakan
untuk kebutuhan yang lain, sehingga pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik
dan diharapkan menghasilkan laba yang lebih tinggi. Selain itu, jika perusahaan
tidak menggunakan hutang malah akan tidak efektiv dan efisien dalam hal
investasi atau ekspansi.
Investasi dan
ekspansi tentu membutuhkan dana yang besar, sehingga jika harus menggunakan
dana internal maka perusahaan memerlukan waktu yang lama untuk mengumpulkan
dana yang dibutuhkan, hal ini juga akan menghabiskan kas yang dimiliki
perusahaan sehingga malah akan sangat berisiko
B. Jenis-Jenis Kewajiban/Utang Lancar
Jenis-jenis hutang terbagi
menjadi dua yaitu, hutang jangka pendek
dan hutang jangka panjang,
1. Hutang
Jangka Pendek (Hutang
Lancar)
Utang lancar
adalah kewajiban atau utang perusahaan kepada pihak lain yang harus segera
dibayar. Jangka waktu utang lancar adalah maksimal dari satu tahun. Oleh karen itu,
utang lancar juga disebut juga utang jangka pendek. Komponen utang lancar
antara lain terdiri dari:
a.
utang dagang hutang (Account payable).
yaitu hutang jangka
pendek tidak disertai perjanjian tertulis.timbulnya karena transaksi pembelian
kredit.
b.
wessel bayar ( notes payable).
yaitu hutang jangka
pendek yang disertai perjanjian tertuli sesuai dengan ketentuan undang –undang.
c.
beban-beban yang harus dibayar ( Accruals
payable).
Yaitu suatu
kewajiban yang telah menjadi beban (seharusnya sudah di bayar) tetapi belum
dibayar karena belum saat pembayaraanya.
2. Hutang Jangka
Panjang (Long
Term Liabilities)
hutang jangka
panjang adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditor, kreditor
bersedia memberikan sejumlah pinjaman tertentu dan peminjam bersedia untuk
membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman, hutang jangka
panjang memiliki jangka waktu lebih dari 10 tahun.Komponen utang jangka panjang terdiri dari:
a.
hutang hipotik ( mortage notes payable).
yaitu hutang jangka
panjang dengan jaminan aktiva tetap.
b.
Pinjaman obligasi ( bond payable).
yaitu surat tanda
berutang kepada pemegang dengan pembayaran bunga yang pelunasannya lebih dari
satu tahun.
C.
Pencatatan Jenis-Jenis Utang Lancar
Ada
dua metode pencatatan utang, yaitu account payable procedure dan voucher
payable procedure.
a. account
payable procedure.
catatan utang adalah
berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang
memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok,
jumlah yang terutang, jumlah pembayaran, dan saldo utang.
b.
voucher payable procedure.
tidak
menggunakan kartu utang. Tapi menggunakan arsip voucher yang disimpan dalam
arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar
ini berfungsi sebagai catatan utang.
BAB
II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahwa dalam mencatat kas kecil
membutuhan cara tersendiri tidak dengan asal mencatat. Lalu membayar
biaya-biaya kecil menggunakan kas kecil agar mudah saat menghitung oleh
pemegang keuangan dan tidak membuang2 cek saat pembayaran.
Kita juga bisa mengisi kas kecil
dengan 2 metode dengan metode imprest dan metode flutuasi yang sangat mudah
apabila kita mempelajarinya dengan serius.mengetahui menghitung kas kecil
dengan dana tetap
B.
Saran
Dari
penjelasan di atas diharapkan dapat menambah wawasan tentang kas kecil membantu mengetahui bagaimana cara pencatatan
kas kecil ,pembayaran dengan menggunakan
kas kecil dan pengisian kas keci ldengan dana
tetap.
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar